Selasa, 19 Agustus 2008

Taubat

Mari kita taubat sebelum terlambat
Karena taubat itu sebuah kewajiban
karena taubat bisa menggugurkan dosa-dosa kita
Karena taubat sangat dicintai Allah

Apa itu taubat? Bagaimana hukumnya? Bagaimana caranya? Apa saja hal-hal yang perlu kita ketahui mengenai taubat?

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskannya dalam artikel berikut,

Taubat yaitu : Keluar dari maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk taat kepada-Nya. Taubat sangat dicintai oleh Allah Azza wa Jalla.

“Artinya : Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan Allah mencintai orang-orang yang mensucikan diri”.

Taubat itu wajib bagi setiap Mukmin.

“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah dengan sebenar-benar taubat”.

Taubat merupakan penyebab memperoleh kemenangan.

“Artinya : Dan, bertaubatlah kamu kepada Allah semuanya wahai orang-orang
yang beriman, mudah-mudahan kamu memperoleh kemenangan”.

Dan kemenangan itu adalah mencapai apa yang dimintanya serta selamat dari yang ditakutinya. Taubat Nasuha yaitu Taubat yang Allah akan mengampuni semua dosa dengannya, sebesar dan sebanyak apa pun dosanya ; sebagaimana firman Allah.

“Artinya : Katakanlah ; ‘Hai hamba-hambaku yang melampui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni lagi Maha Penyayang” [Az-Zumar : 53]

Janganlah berputus asa dari rahmat Allah wahai saudaraku yang banyak berbuat dosa, karena pintu taubat selalu terbuka hingga matahari terbit dari arah barat. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya di malam hari untuk menerima taubat orang-orang yang bebuat dosa di siang hari, dan membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di malam hari, sampai matahari terbit dari arah barat”. [Hadits Riwayat Muslim].

Dan berapa banyak orang yang bertaubat dari dosa besar yang tak terhitung jumlahnya, Allah menerima taubatnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain berserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapatkan (pembalasan) dosa(nya). (Yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari kiamat dan ia akan kekal dalam adzab itu, dalam keadaan terhina. Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shaleh ; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan, Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” [Al-Furqan : 68-70]

Tuabat Nasuha adalah taubat yang terkumpul di dalamnya 5 syarat.

Pertama.
Ikhlas untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan menunjukkan taubatnya keharibaan Wajah Allah Subhanahu wa Ta’ala, untuk mendapatkan pahala-Nya serta selamat dari adzab-Nya.

Kedua.
Menyesali perbuatan maksiatnya dengan sebenar-benarnya penyesalan serta berkemauan keras untuk tidak berbuat lagi.

Ketiga.
Segera meninggalkan maksiat. jika ia merupakan hak Allah, maka ia harus meninggalkannya jika itu perbuatan yang diharamkan serta bersegera menunaikan jika itu kewajiabn yang ditinggalkan.

Keempat.
Bercita-cita untuk tidak akan kemabli lagi kepada perbuatan maksiat tersebut di masa mendatang.

Kelima.
Tidak menjadikan taubatnya berhenti sebelum diterimanya yaitu : sebelum datangnya ajal atau terbitnya matahari dari arah barat. Allah berfirman :

“Artinya : Dan, tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan : ’sesungguhnya saya bertaubat sekarang …” [An-Nisa : 18]

Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ;

“Artinya : Siapa yang bertaubat sebelum terbit matahari dari arah barat, niscaya Allah terima taubatnya” [Hadits Riwayat Muslim]

Ya Allah berikanlah kepada kami taubat sebenar-benar taubat, dan terimalah semua amalan kami, sesunguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

[Fatawa Hammah wa Risalah Fii Sifati Sholatin Nabi Shallallahu 'alaihi
wa sallam (Sifat Shalat Nabi Shallalahu 'alaihi wa sallam) Syiakh Muhammad
bin Shalih Al-Utsaimin, Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Pustaka Al-Kautsar, hal
69-72]

Tidak ada komentar: